Islamic Boarding School

Puncak Darus Salam

Potoan Daja Palengaan Pamekasan 69362

SISTEM PEMBELAJARAN METODE IKTISYAF

Sistem yang di terapkan di dalam metode Iktisyaf adalah sistem tutorial kelompok-kelompok yang dipandu oleh asatid. Satu kelompok dibimbing oleh satu ustad. Ustad yang sudah professional memegang dua puluh santri sedangkan ustad yang baru belajar mengajar (belajar) memegang antara lima sampai sepuluh santri. Cara penyampaian metode Iktisyaf yang pertama ustad membacakan, santri memberi syakal yang kedua memberi makna samapai mereka hafal karena penekanan dalam metode Iktisyaf harus hafal, Kemudian dibaca bersama. Yang ketiga menentukan kedudukan setiap kalimat secara Nahwiyah beseta dalil yang diambil dari Kitab Imriti, yang keempat menentuakan bentuk kalimat secara Sorfiah. Setelah para santri menerima empat pembelajaran tersebut di atas, tutor memberi soal yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan dan ditanyakan kepada setiap individu.

Simpulan

Pertama melalui metode Iktisyaf, pengasuh Pondok Pesantren Puncak Darussalam menekankan kepada semua Santrinya untuk bisa menguasai Kitab Kuning (Nahwu dan Sorrof) tujuan dari pada penguasaan tersebut adalah agar mereka mengerti ayat-ayat kauniah. Kedua tugas santri yang paling utama mondok di pondok pesantren adalah belajar ilmu agama, Berdasarkan tugas santri tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Puncak Darussalam ingin mengembalikan masyarkat Poto’an Daya dan Santri Puncak Darussalam khususnya bangsa Indonesia agar memahami Al Quran dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat Nabi yaitu dengan cara dibuatkanya metode Iktisyaf dan MBA sebagai alternatif untuk memahami keduanya.

Ada dua inti perkembanagan Pondok Pesantren Puncak Darussalam sebelum menerapkan metode Iktisyaf. Pertama tahun 2005 sampai 2006 sistem pengajarnya masih menggunakan sistem pesantren zaman dahulu dan lebih banyak memperhatikan pengajaran kitab-kitab klasik yang dikarang oleh ulama yang mengadopsi Mazhab Syafi’e. Kedua terletak pada metode pengajaran yaitu menggunakan dua metode bandongan atau weton dan sorongan. Metode tersebut diterapkan pada awal berdirinya Pondok Pesantren Puncak Darussalam, dimulai pada tahun 2005-2006.

Ada empat inti perkembanagn Pondok Pesantren Puncak Darussalam setelah menggunakan metode Iktisyaf. yang pertama terletak pada Sistem Pengajaran. tahun 2006 Pondok Pesantren Puncak Darussalam sudah mulai menerapkan metode Iktisyaf. Salain menerapkan metode tersebut Pondok Pesantren Puncak Darussalam masih menggunakan metode lama yang telah dijelaskan di atas . yang kedua awal tahun 2008 Pondok Pesantren Puncak Darussalam mendirikan pendidikan formal MTS MA dan sistem pembelajaranya menggunakan sistim bimbingan.. Tahun 2010 Pondok Pesantren Puncak Darusalam membuat metode Al Kassyaf. Selain mendirikan lembaga formal Pondok Pesantren Puncak Darussalam juga mendirikan organisasi internal yaitu MBA, PEC, Tahfidzul Quran, sepakbola, bulutangkis, pancaksilat.


Red. Aan Maulana

Tulisan Terbaru
Tulisan Populer
Tulisan Terbaca